
Spensapa (17/04/23), Spensapa gelar kegiatan Pondok Ramadhan 1444H, hal ini pernah disampaikan oleh pembina kesiswaan bagian kerohanian dan agama, Moch Ngusman, S.Ag. “kegiatan Pondok Ramadhan 1444H akan kita laksanakan pada pekan terakhir bulan ramadhan”. Baca Juga “Tarhib Ramadhan”. Kegiatan yang sarat makna ini dilaksanakan pada hari kamis (13/04) sampai dengan sabtu (15/04) dengan jadwal yang sudah disusun rapih oleh panitia Pondok Ramadhan sekolah. Baca Juga “Skedjul Ramadhan 1444 H”. Moch Ngusman, S.Pd kepada media mengatakan “Tema Pondok Ramadhan 1444 H Spensapa 2023, yaitu ngopi dulu disini, yang artinya ngobrol perkara iman dahulukan ilmu didik siswa sejak dini. Berharap dengan ini dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan tambahan kepada putra putri kami. Khususnya dengan harapan apa yg diperoleh dari materi-materi yg disampaikan bapak dan ibu guru memberikan ilmu bermanfaat sehingga siswa paham terhadap agama atau ajaran islam yg harus dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Teknis kegiatan pondok pesantren diagendakan 3 hari untuk semua tingkat. Edi Santoso, S.Pd selaku ketua panitia Pondok Ramdhan 1444H mengatakan, “Kita mengacu pada panduan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan, jadi dalam panduan tersebut ada pilihan paket pesantren ramadhan a,b,c, dan dari pilihan itu kami selaku panitia memilih paket pesantren yg dapat memaksimal kegiatan tanpa diperlukan banyak hari”. Menurut Edi, sudah sesuai pedoman dan atas persetujuan kesepatan dari berbagai pihak, khususnya Kepala Sekolah dan panitia. Sehingga panitia memutuskan untuk skedjul Pondok Ramadhan Spensapa 1 hari per tingkat. Dengan jadwal dari pagi (pukul 07.00 WIB) sampai siang (pukul 12.00 WIB) sholat dhuhur berjamaah kemudian dilanjutkan sore hari (pukul 15.00 WIB) tausiah agama ,sholat magrib, berbuka bersama hingga sholat terawih dan tadarus alquran, (Pukul 21.00 WIB) pulang kerumah.

“Alhamdulillah Pondok Ramadhan 1444 H tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Jika tahun kemarinkan pemerintah masih ketat dengan protokol kesehatannya. Jadi, masih dalam pandemi Covid-19, jadi kita vacum dari kegiatan seperti ini. Sekolah berharap dengan adanya kegiatan ini, ada sebuah peningkatan kualitas keimanan ataupun mutu dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pernah kita mendatangkan pemateri dari pondok pesantren namun kali ini kita lebih memberdayakan bapak ibu guru sebagai pematerinya. Karena saya rasa tidak kalah kualitasnya”. Terang Anjar Subiyantoyo, S.Pd selaku Penanggung jawab teknis kegiatan.


