YUK CARI TAHU, BAGAIMANA MENGHARGAI JASA PAHLAWAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH

YUK CARI TAHU, BAGAIMANA MENGHARGAI JASA PAHLAWAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Berkat jasa para pahlawan, Indonesia bisa menjadi suatu negara yang bebas dan merdeka. Sudah sepatutnya kita sebagai bangsa Indonesia selalu menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Yuk simak, hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk menghargai jasa pahlawan di lingkungan sekolah;

  1. Melakukan hak dan kewajiban sebagai siswa di sekolah ataupun di rumah
  2. Suka menolong pada sesama
  3. Saling menjaga kerukunan antar sesama teman tanpa mempedulikan perbedaan yang ada.
  4. Mempelajari tentang sejarah perjuangan pahlawan
  5. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat
  6. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  7. Menghormati simbol-simbol negara 8. Pantang menyerah jika menemukan kesulitan dan gagal melakukan sesuatu.

Tak hanya di lingkungan sekolah, kita juga bisa mengaplikasikan cara-cara berikut sebagai perwujudan menghargai jasa pahlawan di kehidupan sehari-hari;

  1. Saling Menghormati dan Menghargai Satu Sama Lain Selalu menghormati dan menghargai satu sama lain, terutama dalam aspek perbedaan suku, budaya, daerah, dan agama. Para pahlawan perjuangan dapat meraih kemenangan karena mereka berjuang bersama dan menyampingkan perbedaan. Itulah mengapa menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika adalah hal yang wajib dilakukan supaya bangsa ini selalu bersatu dan tidak terpecah belah.
  2. Tumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air dan Bangsa Karena cinta para pahlawan pada bangsa Indonesia mengantarkan semangat mereka untuk berjuang demi bangsa Indonesia. Hal ini juga perlu untuk terus dilanjutkan oleh para generasi baru, terutama pada para pemuda sebagai generasi penerus bangsa.  Salah satu cara mencintai tanah air dengan senantiasa bangga akan bangsa sendiri, dan menjaga eksistensi bangsa Indonesia secara bersama-sama.
  3. Mengingat Jasa Para Pahlawan Selalu mengingat perjuangan
  4. para pahlawan dan tidak melupakan jasa mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan selalu menceritakan kisah-kisah perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia kepada para generasi baru. Catatan sejarah, peristiwa penting, semangat perjuangan, dan lain-lain harus selalu tersampaikan kepada para generasi baru. Karena di dalamnya terdapat makna-makna yang perlu ditanam dan dicontoh, seperti makna Sumpah Pemuda, makna kemerdekaan Indonesia, dan lain sebagainya.
  5. Selalu Tekun dalam Belajar Jika para pahlawan menjunjung tinggi semangat perjuangan untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. Maka untuk menghargai jasa mereka setiap warga negara juga wajib untuk belajar dengan tekun. Karena generasi barulah yang harus melanjutkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Sehingga jasa para pahlawan tidak akan sia-sia, terutama para pemuda sebagai generasi penerus bangsa.
  6. Memperingati Peristiwa-peristiwa Penting Menghargai jasa pahlawan juga dapat dilakukan dengan cara memperingati peristiwa-peristiwa bersejarah.Salah satunya seperti peristiwa kemerdekaan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan 17 Agustus. Pada saat memperingati hari ini selalu dilaksanakan upacara bendera yang diikuti seluruh rakyat Indonesia dari sabang hingga merauke.
  7. Menjalankan Pancasila dan Peraturan-peraturan yang Telah Dibuat Negara Selalu menjalankan Pancasila atau memahami makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pun menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peraturan agama, maupun juga budaya yang ada dalam masyarakat secara baik dan benar.(OL-5). <dikutip damediaindonesia.com>
OPINI : INDONESIA BANGKIT DENGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH

OPINI : INDONESIA BANGKIT DENGAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Siapa sih yang tidak mengenal kata literasi? Setiap orang dengan mudah mengatakan “Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kuncinya” akan tetapi banyak juga yang hanya mengatakan tanpa pembuktian. Literasi merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, artinya Indonesia berada pada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Pemerintah Indonesia tentunya mengambil peran dalam hal ini untuk meningkatkan literasi bangsa Indonesia, terutama pada pemuda penerus bangsa dengan diadakannya Gerakan Literasi Sekolah. SMP Negeri 1 Pacitan pastinya ikut berpartisipasi dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dibuktikan dengan adanya kegiatan literasi 15 menit sebelum dimulainya jam pelajaran pertama. Literasi ini telah diterapkan sejak awal tahun Pembelajaran 2022/2023. Latar belakang diadakannya kegiatan literasi 15 menit sebelum jam pelajaran pertama untuk membentuk kebiasaan siswa dan siswi SMP Negeri 1 Pacitan supaya dapat mengasah tingkat pemahamanddalam mengambil kesimpulan dari informasi yang diterima berdasarkan buku yang telah dibaca serta meningkatkan skill public speaking. Menurut kami, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sangat membantu bagi kami untuk menerapkan pola membaca yang teratur. Dengan Gerakan Literasi Sekolah 15 menit sebelum pembelajaran ini dapat menambah kosa kata dari berbagai buku yang telah kami baca hal ini tentunya berpengaruh pada cara komunikasi dan cara siswa dan siswi SMP Negeri 1 Pacitan untuk mengekspresikan banyak hal dengan baik. Gerakan Literasi sekolah pastinya juga menyongkong siswa siswi memperoleh berbagai wawasan baru.

Namun meski terlihat simpel, praktiknya banyak yang tidak bisa konsisten menerapkan program ini. Salah satu kendala yang dihadapi adalah siswa bosan dengan kegiatan ini. Apalagi setiap pagi selalu menggunakan cara yang sama tanpa ada variasi. Meskipun begitu kami ucapkan terimakasih kepada guru-guru yang mendukung GLS ini dengan memberikan point plus kepada anak-anak yang mengumpulkan literasi.

SPENSAPA PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-94

SPENSAPA PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA KE-94

Spensapa (28/10/2022). SMP Negeri 1 Pacitan melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda , Jum’at (28/10/2022) Pukul 07.15 WIB. Tema Hari Sumpah Pemuda ke-94 ini adalah Bersatu Bangun Bangsa. Upacara berjalan dengan tertib dan khitmat ini diadakan di Halaman Utama Sekolah. Dengan didukung cuaca yang cerah, upacara dipimpin oleh Any Suprapno, S.Pd.,MM selaku Kepala Sekolah dan diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas VII, VIII dan IX serta guru dan staf Tata Usaha. Sudah menjadi tradisi disekolah ini, pengibar bendera mengenakan seragam paskibraka dan atribut lengkap. Ditambah dengan pasukan drumband, yang beranggotakan dari ekstrakurikuler drumband menambah atmosfir kekhitmatan upacara bendera semakin kuat.

Dikutip dari isi sambutan Peringatan hari Sumpah Pemuda ke-94, Menteri Pemuda dan Olahraga RI menyebutkan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda mempunyai peran sebagai upaya kita menghadirkan sejarah masa lalu  untuk direnungkan , dipelajari, ditemukan kristalisasi pembelajaran kebaikan  untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi bangsa yang besar.

Dan dalam isi sambutan tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga beserta Pemerintah mengajak  seluruh elemen bangsa menghimpun kekuatan dan semangat  untuk bergerak , mendorong pemuda Indonesia  untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada demi membangun kejayaan sepanjang masa. Kerja-kerja kolaboratif  antar pihak perlu dikembangkan , karena upaya pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri atau parsial. Pembangunan kepemudaan membutuhkan orkestrasi yang singkron dan harmoni. Upacara ditutup dengan menyanyikan lagu nasional, Satu Nusa Satu Bangsa, Bagimu Negeri dan Bangun Pemuda Pemudi.

SEMARAK BULAN BAHASA 2022

SEMARAK BULAN BAHASA 2022

Pacitan, 27 Oktober 2022, SMP Negeri 1 Pacitan tiap tahunnya mengadakan kegiatan Bulan Bahasa dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang bertepatan pada tanggal 28 Oktober. Acara ini dirangkaikan juga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tajuk yang dijunjung tahun ini adalah “Muda-Mudi Bijak Berbahasa, Indonesia Bangkit Bersama”. Lomba-lomba yang diselenggarakan tahun ini antara lain adalah mading untuk kelas IX, cipta cerpen untuk kelas VIII & IX, essay untuk kelas IX, buletin mini untuk kelas VIII & IX, pidato keagamaan untuk kelas VII & VIII, asmaul husna untuk kelas VII & VIII, dan lain sebagainya.

Pagi ini, dengan cuaca mendung yang menyelimuti kota Pacitan tidak membuat api semangat para peserta lomba bulan bahasa padam. Para peserta lomba maupun peserta upacara pada pukul 07.15 WIB mengikuti upacara pembukaan, terdapat defile perwakilan lomba dari tiap kelas yang masuk ke tengah-tengah barisan di iringi lagu berjudul “Bendera” dan dimeriahkan oleh sorak sorai dari para peserta upacara yang mendukung. Upacara berlangsung dengan lancar, Chayu One selaku ketua OSIS membacakan prakata sebagai awal dari runtutan acara, kemudian di susul dengan sambutan kepala sekolah, dilanjut perkenalan dari juri-juri, dan di tutup dengan doa.

Mengapa ada kegiatan bulan bahasa yang dilaksanakan sekali dalam tiap tahun? Menurut Bu Sri Hartati, M.Pd selaku penyelenggara kegiatan bulan Bahasa, diadakannya kegiatan ini memiliki banyak keuntungan, salah satunya yaitu untuk melatih keterampilan dalam berbahasa. Sesuai dengan tema yang diusung, dalam kegiatan ini diharapkan muda mudi bisa bijak dalam berbahasa agar Indonesia bangkit bersama. (Viona/IXA/Jurnalistik)

PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2022

PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL TAHUN 2022

  1. Mulai tanggal 18 sampai 21 oktober peserta didik memakai pakaian muslim berkopyah/ songkok (untuk laki laki) dan tidak memakai sarung serta bersepatu
  2. Kegiatan pembelajaran berjalan seperti hari biasa.
  3. Bapak/ Ibu guru menyesuaikan.

JUKNIS HARI SANTRI TAHUN 2022

link Twibbon : http://twb.nz/spensapahsan22

MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1444 H

Agenda peringatan MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1444 H
JUMAT, 14 OKTOBER 2022

Ketentuan
1. Siswa/peserta didik berbusana muslim/ah, dan Bpk/ibu guru serta tenaga kependidikan menyesuaikan
2. Siswa membawa bekal sendiri-sendiri berupa nasi berbungkus daun pisang (pelang), 1 siswa 1 bungkus + minum
3. Bersepatu bukan sandal
4. Langsung berkumpul di aula tidak perlu singgah di kelas
5. Membawa buku catatan atau alat tulis
6. Wajib membuat resume/rangkuman kegiatan
7. Resume dikumpulkan kepada masing² GPAI

CATATAN
1. HP selama kegiatan wajib di off/di silend
2. SISWA NONMUSLIM BELAJAR DI RUMAH

Rancangan Acara
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Alquran
3. Pembacaan Asmaul Husna bersama
4. Spensapa bershalawat
5. Sambutan Kepala Sekolah
6. Hikmah Maulid Rasulullah SAW sekaligus doa
7. Penutup
8. Ramah tamah

PELEPASAN PESERTA DIDIK KELAS IX TAHUN INI BERBEDA, CEK!

PELEPASAN PESERTA DIDIK KELAS IX TAHUN INI BERBEDA, CEK!

Spensapa, (16/6/2022). SMP Negeri 1 Pacitan menggelar acara Pelepasan Kelas IX, Rabu (16/6/2022). Acara digelar di pusat kota tepatnya Gedung Gasibu Swadaya Kota Pacitan. Di acara ini turut mengundang Guru, Tenaga  Kependidikan, Orang tua atau Wali peserta didik kelas IX, OSIS dan perwakilan peserta didik kelas VIII, VII. Acara tahunan ini berjalan suskes atas kerjasama dan komunikasi yang baik dari berbagai pihak. Pihak internal meliputi Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan, Peserta didik hingga dari eksternal, Event Organizer.

Berawal dari pembentukan tim inti yang diketuai oleh Kepala Sekolah hingga pembentukan koordinator panitia yang menaungi masing-masing bagian. Merencanaan alur acara, Komposisi panggung, Komposisi Persembahan, Dokumentasi, Tim Kreatif Panggung hingga Sound System dsb. Tak luput dari semua itu, manajerial anggaran juga di terapkan, pasalnya kegitan ini sudah ter-reccord dalam RAKS tahun  2021. “Acara yang besar pasti memakan biaya yang tidak sedikit hal itu wajar saja, tapi kita tetap memonitor supaya tidak terlalu mengeluarkan biaya yang membengkak dari yang sudah direncanakan. Kita tetap memilah semua masukan dan kebutuhan acara. Kita pikirkan dari segi efisiensinya, nominalnya, seberapa penting dan sebagainya. Tak lupa saya mewakili sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pacitan, Polres Pacitan, Dinas Perhubungan Pacitan dan Satpol PP Pacitan yang membantu dan mendampingi acara ini” terang Any Suprapno, S.Pd.,MM.

Tahun ini sekolah merancang acara dengan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan yang sangat mencolok pada tempat pelaksanaan. Secara tradisi, Spensapa selalu menggunakan aula/hall sekolah untuk acara semacam ini, namun lain halnya kali ini. Menurut Yoyok Subiyantoyo, S.Pd selaku Ketua Pelaksana Pelepasan Peserta Didik Kelas IX, “Memang betul, pelaksanaannya kita buat beda ditahun ini. Tapi tidak asal beda, ada beberapa poin yang disepakati. Pemilihan tempat yakni Gasibu Swadaya dirasa tepat karena selain dekat dengan sekolah, kita ingin mempunyai persembahan acara yang lebih representatif. Didukung dengan tempat yang lebih leluasa memudahkan panitia dalam maping denah acara yang didalamnya memuat semua segmen brilian yang berkelas, berwibawa dan penuh seni kreatifitas. Selain itu, acara seperti ini menjadi ajang promosi sekolah kita kepada masyarakat”.

Menurut Sri hartati, M,Pd Wakil Kepala Sekolah saat itu, menuturkan bahwa acara yang diramu apik oleh Alsa Daruna, S.Pd ini memang luar biasa. Diketahui Alsa Daruna adalah Pendidik SMP Negeri 1 Pacitan yang mengajar mapel bahasa Indonesia. Dia (Alsa.red) memang berpengalaman dalam hal maping panggung dan acara. “Kurang lebih 2 tahun harus bergelut dengan Virus Covid-19 yang mendunia, merubah semua tatanan kehidupan masyarakat. Dengan menurunnya protokol kesehatan menjadi PPKM level 1  membuat gairah peserta didik dalam belajar menjadi semangat kembali. Acara atau kegiatan sekolah sekarang ini dapat digelar secara tatap muka, sehingga kita bisa merasakan kebersamaan kembali seperti di tahun sebelum Covid-19. Acara ini serasa wow banget bagi kita semua, namun protokol kesehatan tetap kita terapkan”.

Di acara tersebut menampilkan band pelajar terbaik Spensapa yang di pimpin oleh Giyantoro Budhi P, S.Pd yang juga Guru mapel Seni Budaya dan Pembina ekstra musik. Selain itu pembacaan ayat suci Al-qur’an, Musik tradisional Gamelan, Musik Kontemporer, Vocal Solo, Duet Vocal, Tari Tradisional Kotemporer, Baca Puisi juga turut serta ambil bagian. Dikesempatan ini sekaligus mengumumkan keputusaan kelulusan peserta didik kelas IX yang dibacakan oleh Anis Widayanti, M.Pd selaku Wakasek Urusan Kurikulum. Pengumuman ditutup dengan riuh gembira karena tahun ini semua Peserta didik dinyatakan lulus 100%. (Jur/Pt/22)