HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2025: MENYALAKAN SEMANGAT MERDEKA BELAJAR UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2025: MENYALAKAN SEMANGAT MERDEKA BELAJAR UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

Gambar : Ilustrasi animasi kegiatan belajar mengajar bersama guru dikelas.

 

Makna di Balik Hari Pendidikan Nasional

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Bukan sekadar tanggal merah dalam kalender, hari ini adalah momen penting untuk mengenang jasa para tokoh pendidikan dan merenungkan kembali arah pendidikan bangsa.

Peringatan ini ditetapkan untuk menghormati hari lahir Ki Hajar Dewantara, sosok visioner yang meletakkan dasar pemikiran pendidikan nasional yang berpihak pada rakyat, bukan penguasa.

Ki Hajar Dewantara: Sosok Pelopor yang Mengubah Arah Pendidikan

Ki Hajar Dewantara, lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta, adalah pelopor pendidikan bagi rakyat jelata di masa penjajahan Belanda. Nama aslinya adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, namun ia menanggalkan gelar kebangsawanan demi dekat dengan rakyat dan perjuangan.

Pada tahun 1922, beliau mendirikan Taman Siswa, sebuah sekolah alternatif yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir, kebudayaan nasional, dan pendidikan karakter. Dari sinilah lahir gagasannya yang legendaris:

“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”
Artinya: Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan.

Filosofi ini bukan hanya konsep pendidikan, tetapi cermin nilai-nilai kepemimpinan dan pengasuhan yang manusiawi.

Refleksi: Pendidikan Bukan Sekadar Sekolah

Hardiknas menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan bahwa pendidikan bukan hanya soal hadir di kelas atau mendapatkan nilai tinggi. Pendidikan adalah proses panjang dalam membentuk manusia yang merdeka secara berpikir, bersikap, dan berkarya.

Di tengah era globalisasi dan kecanggihan teknologi, pendidikan ditantang untuk lebih adaptif, inklusif, dan relevan dengan kehidupan nyata. Kita tidak hanya butuh cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial.

Pesan untuk Guru: Anda Adalah Pilar Peradaban

Guru bukan hanya pengajar. Guru adalah pembimbing, inspirator, dan penjaga masa depan bangsa. Di tengah keterbatasan dan tantangan zaman, dedikasi para guru Indonesia menjadi lentera bagi jutaan anak negeri.

Untuk para guru, berikut pesan moral Hardiknas 2025:

  • Jadikan setiap kelas sebagai ruang pembebasan, bukan tekanan.
  • Terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi serta metode baru.
  • Jangan pernah lelah menjadi teladan, bahkan ketika tak disadari.

Pesan untuk Siswa: Belajarlah dengan Tujuan, Bukan Sekadar Tugas

Siswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Proses belajar bukan hanya tentang menghafal, tetapi tentang mengembangkan cara berpikir, membentuk karakter, dan memahami kehidupan.

Untuk para siswa di seluruh Indonesia:

  • Jangan hanya belajar untuk ujian—belajarlah untuk hidup.
  • Gagal bukan akhir, tapi bagian dari proses tumbuh.
  • Hormati gurumu, karena mereka sedang membukakan jalan untukmu.

Kesimpulan: Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Hari Pendidikan Nasional 2025 bukan hanya untuk diperingati, tapi untuk dimaknai bersama. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tapi tanggung jawab kita semua—guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.

Mari teruskan semangat Ki Hajar Dewantara. Jadikan pendidikan sebagai alat pembebasan, bukan tekanan. Jadikan belajar sebagai hak, bukan beban.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025!
“Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”

RADEN AJENG KARTINI: PEJUANG EMANSIPASI PEREMPUAN INDONESIA

RADEN AJENG KARTINI: PEJUANG EMANSIPASI PEREMPUAN INDONESIA

Awal Kehidupan

Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah seorang bupati Jepara, sedangkan ibunya, M.A. Ngasirah, berasal dari kalangan priyayi biasa. Meskipun terlahir di tengah budaya patriarki yang kuat, Kartini sejak kecil menunjukkan kecerdasan dan rasa ingin tahu yang besar, terutama terhadap pendidikan.

Pendidikan dan Keterbatasan

Kartini mendapat kesempatan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun. Di sana, ia mulai menguasai bahasa Belanda. Namun, seperti gadis bangsawan Jawa pada umumnya kala itu, ia harus menjalani masa pingitan setelah usia tertentu—sebuah tradisi yang membatasi perempuan untuk beraktivitas di luar rumah.

Selama masa pingitan, Kartini tidak berhenti belajar. Ia membaca berbagai buku, surat kabar, dan majalah Eropa yang memperluas pandangannya tentang dunia, terutama tentang posisi perempuan dalam masyarakat. Ia mulai menyadari bahwa perempuan Indonesia hidup dalam ketertindasan, tidak memiliki kebebasan dan hak yang setara dengan laki-laki, terutama dalam hal pendidikan.

Surat-Surat Kartini

Kartini mulai bersurat dengan teman-teman penanya di Belanda, salah satunya adalah Rosa Abendanon. Dalam surat-surat tersebut, Kartini mengungkapkan pemikirannya tentang ketidakadilan gender, pentingnya pendidikan bagi perempuan, serta keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi.

Surat-surat ini kemudian dikumpulkan dan diterbitkan setelah kematiannya dengan judul “Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang) pada tahun 1911. Buku ini menjadi cermin dari semangat dan perjuangan Kartini untuk memajukan perempuan melalui pendidikan dan kesetaraan.

Pernikahan dan Wafat

Pada tahun 1903, Kartini menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat. Meskipun pernikahan tersebut awalnya dianggap akan menghentikan perjuangannya, sang suami ternyata mendukung cita-citanya. Kartini bahkan mendirikan sekolah untuk perempuan di Rembang.

Namun, harapan itu tidak berlangsung lama. Hanya beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya, Kartini wafat pada 17 September 1904 dalam usia yang sangat muda—25 tahun. Meskipun singkat, hidup Kartini meninggalkan warisan yang besar bagi bangsa Indonesia.

Pengakuan sebagai Pahlawan

Kartini dikenang sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Gagasan-gagasannya membuka jalan bagi perubahan sosial yang lebih luas terhadap peran perempuan di tanah air. Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1964 dan memperingati Hari Kartini setiap 21 April, yang merupakan hari kelahirannya.

Warisan Kartini

Hingga kini, nama Kartini terus dikenang sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia. Sekolah-sekolah perempuan, organisasi wanita, serta berbagai gerakan sosial banyak yang terinspirasi dari semangatnya. Di era modern, cita-cita Kartini masih relevan, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan, akses pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.

SURAT EDARAN PEMBELAJARAN RAMADHAN 2025 DIREVISI, BERIKUT PENJELASANNYA

SURAT EDARAN PEMBELAJARAN RAMADHAN 2025 DIREVISI, BERIKUT PENJELASANNYA

Surat edaran bersama tertanggal 20 Januari 2025 yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri tentang pembelajaran di bulan Ramadhan 2025 akhirnya direvisi. Revisi diterbitkan melalui surat edaran bersama pada Kamis (27/02/2025) yang memutuskan, kegiatan pembelajaran di bulan Ramadhan dilaksanakan secara mandiri pada tanggal 27-28 Februari serta 3-5 Maret 2025.

Selanjutnya, pembelajaran di sekolah dilanjutkan dari tanggal 6 hingga 25 Maret 2025 dengan kegiatan pembelajaran dan kegiatan yang lebih fokus pada penguatan iman dan takwa.  Tanggal 21,22,24,25,26,27 dan 28 Maret Libur bersama Idul Fitri, diharapkan siswa melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Tepat tanggal 9 April 2025 kegiatan pembelajaran di sekolah dilaksanakan kembali.

Selain berisi tentang pembelajaran di bulan Ramadhan 2025, Surat edaran bersama menerangkan arahan peran pemerintah daerah meliputi menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani oleh sekolah, menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan. Peran kantor wilayah Kementerian Agama provinsi/ kantor Kementerian Agama kabupaten/ kota meliputi menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani madrasah/ satuan pendidikan keagamaan, menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah/ satuan pendidikan keagamaan selama bulan Ramadan. dan terakhit peran orang tua/wali yang meliputi orang tua/wali membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah dan memantau peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri.

GELAR MATRAS DI SMP NEGERI 1 PACITAN

GELAR MATRAS DI SMP NEGERI 1 PACITAN

Pengembangan inovasi sekolah untuk mewujudkan pelayanan publik yang optimal saat ini menjadi sebuah keharusan.  SMP Negeri 1 Pacitan melalui kegiatan pembiasaan salat dzuhur berjamaah mengusung pelayanan publik “GELAR MATRAS” yaitu Gerakan Lintas Aksi Rohani melalui Salat Dzuhur Berjamaah, Tausiah, dan Literasi yang dilaksanakan pada rangkaian waktu salat dzuhur (3 kegiatan yang dilaksanakan dalam 1 waktu).  Gelar Matras ini dilakukan sebagai upaya pelayanan publik dalam mengatasi masalah pengawasan pembiasaan yang kurang pada jamaah salat dzuhur, kurangnya pelayanan kepada siswa menstruasi dan siswa non Islam saat kegiatan salat berjamaah, mengatasi penurunan nilai literasi dan karakter siswa dari hasil rapor pendidikan edisi bulan Mei 2024 yang menjadi skala prioritas sekolah untuk ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, serta kurangnya kesadaran siswa dalam menjalankan ibadah.

Tujuan diadakan pelayanan publik “Gelar Matras” adalah memberikan pelayanan siswa untuk menjalankan kewajiban ibadah dengan tepat waktu, memperkuat nilai-nilai agama dan spiritualitas melalui tausiah/kultum, menghargai perbedaan/tolerasi beragama, menumbuhkan rasa persaudaraan seagama dan antar agama melalui moderasi beragama.  Dari kegiatan “Gelar Matras” ini dapat dipetik manfaat sebagai berikut: menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, serta karakter yang mengalami penurunan dengan harapan siswa mengikuti kegiatan pembiasaan secara rutin tanpa ada rasa keterpaksaan baik di sekolah maupun di masyarakat, membentuk karakter beriman, berakhlak, bergotong royong, kreatif, kritis, menghargai keberagaman dan mandiri yang ditunjang dengan kegiatan tausiah dan menghasilkan karya literasi dari hasil pembiasaan kegiatan beribadah di sekolah yang dikumpulkan dalam bentuk bunga rampai dan dikemas dalam bentuk buku maupun e-book untuk menambah sumber literasi sekolah.

Dalam penerapannya, awalnya pihak sekolah mengalami kendala dalam mengukur kuantitas kehadiran, karena presensi penuh tetapi saat pelaksanaan salat dzuhur shaf semakin maju.  Dari hasil monitoring, masih ditemukan beberapa siswa yang belum menjalankan “Gelar Matras” sesuai tujuan yang diharapkan. Menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi, maka dilakukan refleksi kegiatan pelayanan untuk meningkatkan kuantitas dan integritas jamaah, yaitu presensi menggunakan fingerprint dan siswa menstruasi maupun non Islam menggunakan aplikasi kunjungan perpustakaan dalam durasi waktu salat dzuhur pada hari Senin sampai dengan Kamis  mulai pukul 11.30 sampai dengan 12.59 WIB.  Hasil monitoring setiap Jum’at yang dilakukan tim pelaksana tarik data, maka dapat diketahui bahwa siswa yang shalat berjamaah, siswa menstruasi, dan siswa non Islam sesuai kehadirannya dan menjalankan kewajibannya dengan baik. Sekolah memberikan pelayanan kepada siswa dalam melaksanakan “Gelar Matras” dengan mengumpulkan karya literasi yang siswa buat dalam bentuk buku maupun e-book. Kesadaran siswa berkembang sesuai harapan sehingga karya dapat dibukukan. Setiap hari, siswa menghasilkan 1 karya tausiah, 3 karya dari siswa menstruasi (mensis) dan 1 karya dari siswa non Islam (nonis).  Hasil karya yang terkumpul dikemas dalam bentuk buku, dan setiap satu buku kurang lebih memerlukan durasi waktu 3 minggu hingga 1 bulan.

LEBIH DARI SEKEDAR SOSIALISASI, DPRD PACITAN BERGERAK UNTUK GENERASI MUDA PACITAN

LEBIH DARI SEKEDAR SOSIALISASI, DPRD PACITAN BERGERAK UNTUK GENERASI MUDA PACITAN

Gambar : Siswa mengikuti kegiatan simulasi Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kab. Pacitan

Spensapa (6/11/2023). Selasa (24/10) pagi pukul 08.00 WIB sekitar 127 siswa berkumpul di halaman SMP Negeri 1 Pacitan bersiap berangkat ke gedung DPRD Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini tak lain guna memenuhi undangan kegiatan Sosialisasi DPRD Untuk Generasi Muda. Selain sosialisasi di DPRD yang beralamat di jalan Jend. A. Yani No.22 Pacitan, siswa Spensapa juga di berikan studi tour ke  ruangan- ruangan yang digunakan oleh anggota dewan DPRD dan ada 12 siswa diberikan kesempatan untuk memperagakan proses rapat paripurna. “Iya kita sangat seneng pak, bisa nyoba jadi anggota DPRD walau hanya simulasi tapi paling tidak kita sudah nyoba kursi dewan. Dimana di kursi ini, semua anggota dewan rapat menentukan kebijakan dan memutuskan semua hal untuk kebaikan masyarakat banyak khususnya di Kabupaten Pacitan”. kata bagus siswa dari kelas IXA.

Sebelum memasuki ruang sidang, 12 anak yang dipilih sebagai peraga dibawa ke ruang transit untuk diberi arahan terkait tugas, peran dan susunan kegiatan dalam rapat Paripurna yang akan dilaksanakan. Briefing tugas ini disusun oleh Bapak Yanto dan sebagian staff pada gedung DPRD tersebut.  12 anak dipilih dalam perannya masing-masing. Di bangku sebelah barat diduduki oleh 5 anak yang berperan sebagai Kepala Jaksa, Dandim, Kapolres, Ketua Pengadilan Negeri, dan Ketua Pengadilan Agama. Dan di meja bagian tengah diduduki oleh 5 anak yang berperan sebagai, Wakil Bupati, Bupati, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD 1, dan Wakil Ketua DPRD 2. Kemudian di bangku sebelah timur diduduki oleh 2 anak yang berperan sebagai Sekretaris Daerah dan Sekretaris DPRD.

Gambar : Dapat hadiah doorprize dari DPRD pacitan

“Luar biasa dan terima kasih kami sampaikan untuk segenap keluarga besar DPRD Kab. Pacitan atas undangannya dan doorpricenya. Kami sangat mengapresiasi kegaitan semacam ini karena dapat membuka wawasan siswa mengenai sistem pemerintahan daerah dan tugas serta peran anggota DPRD”. terang Sri Hartati, M.Pd guru pendamping yang juga mengajar Mapel Bahasa Indonesia.

WOW! JAGOAN SPENSAPA RAIH PIALA TARKAM KEMENPORA

WOW! JAGOAN SPENSAPA RAIH PIALA TARKAM KEMENPORA

Gambar : Foto bersama para juara, Any Suprapno, S.Pd.,MM.Pd dan Andjar Subiyantoyo, S.Pd (kanan) setelah menerima tropi kejuaraan.

Spensapa (21/10/2023). Latihan demi latihan yang diikuti peserta didik yang tergabung dalam tim bulu tangkis Spensapa membuahkan hasil yang membanggakan. Sejak jumat (13/10) sampai dengan minggu (15/10) tim bulu tangkis kebanggaan sekolah ini bertarung dalam kejuaraan Piala Tarkam Kemenpora Tk. Kab. Pacitan. Pertandingan olah raga ini juga di agendakan di 32 Kabupaten seluruh Indonesia. Diprakarsai langsung dari Kemenpora melalui Disparpora Kabupaten terpilih diantaranya Kab. Pacitan.  “Sebetulnya ada tiga cabor yang dipertandingkan diantaranya, bola voli untuk tingkat SMA/SMK/MA, bulu tangkis SMP dan lari cepat 80 meter untuk SMP. Dan untuk Spensapa kita ikut bulu tangkis dan lari cepat 80 meter. Ada dua tim yang kita kerahkan, Tim A  dam Tim B untuk bulu tangkis dan 2 orang untuk lomba lari pa-pi” terang Yoyok panggilan akrab Andjar Subiyantoyo selaku Pembina cabor bulu tangkis Spensapa.

Kejuaraan bulu tangkis Tarkam  Kemenpora Kab. Pacitan dilaksanakan di beberapa tempat, diantaranya Lapangan bulu tangkis ds. Purwoasri, kec. Kebonagung dan lapangan bulu tangkis SMP Negeri 1 Kebonagung. Untuk pertandingan lari cepat 80 meter ditempatkan di GOR Pacitan. Pertandingan demi pertandingan dilalui dengan reli-reli panjang dan seru. Penonton dan Supporter bersorak riuh menyemangati tim kebanggaan mereka masing-masing. Petandingan yang menguras tenaga ini tak menyurutkan semangat Tim Spensapa hingga di akhir pertandingan. Di puncak pertandingan Tim A Spensapa berhasil meraih juara 1 untuk single putra, single putri, Ganda Campuran. Sementara Tim B harus puas pada posisi Juara 3 bersama.

Gambar : Juara 2 lari cepat 80 meter kelompok pa, Ananda Demian Bima Sakti

Lari cepat 80 meter, tak kalah membuat degub jantung berdebar. Setiap langkah lari menentukan juaranya. Sorak Supporter Spensapa riuh menyemangati jagoannya.” Di cabor lari cepat 80 meter, anak-anak kita sudah berusaha semaksimal mungkin, memberikan yang terbaik apa yang kita punya dan Alhamdulilah untuk lari cepat pa kita juara 2, Demian Bima Sakti dan pi juara 2, Mayzahra Andine Nursafa” kata Endarmoko, Pembina Tim cabor lari cepat 80 meter, jum’at (20/10/2023) pagi.

Gambar : Juara 2 Lari Cepat 80 meter Pi Ananda Mayzahra Andine Nursafa

“Alhamdulillah Wa Syukurilah, terima kasih untuk prestasi yang membanggakan sekolah, semua bertanding dengan  sangat bagus, terima kasih pelatih kita, pembina cabor dan tentunya supporter dari Spensapa, luar biasa terima kasih banyak. Suatu kebanggaan yang hakiki untuk Spensapa” terang Any Suprapno Kepala SMP Negeri 1 Pacitan, di sekolah, Jum’at (20/10/2023) pagi. Sementara Yoyok panggilan akrab Anjar Subiyantoyo berpesan kepada anak didiknya untuk tidak lengah atas prestasi yang didapat karena tantangan didepan semakin kuat. Kita harus terus berlatih dan berlatih. (P2t/Jur)

SPENSAPA NGE-TRIP NAK BATU MALANG-JATIM

SPENSAPA NGE-TRIP NAK BATU MALANG-JATIM

Gambar : Siswa berfoto bersama di Florawisata santerra de laponte, Batu-Jatim

Spensapa (21 Mei 2023). Study tour adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk pergi ke suatu tempat yang dengan tujuan belajar sambil liburan. Ada juga yang berpendapat Study tour merupakan aktivitas yang dilakukan di luar sekolah untuk belajar dan mengetahui suatu proses secara langsung.

SMP Negeri 1 Pacitan memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk Studi tour ke arah timur, yup ke Batu – Malang. Berbagai persiapan sudah di rencanakan dengan rapi. Dari breafing siswa kelas VIII tentang tata tertib, peralatan yang dibawa hingga himbauan tata cara ibadah sholat agar siswa dapat Study tour namun ibadah sholat tetap terjaga. Tak luput dari persiapannya, sekolah juga menyediakan tim kesehatan siswa di mobil emergency selama wisata.

Berangkat dari 0km Kota Pacitan pada minggu (21/05/) pukul 21.30 WIB. Dengan sembilan bus pariwasata dengan kondisi ready, siswa kelas VIII Spensapa tiba di Batu, Jatim pada Senin (22/05) pukul 04.00 WIB dengan selamat. Dari yang sudah direncanakan sekolah, Studi tour ini dilaksanakan selama dua hari. Ada beberapa tempat wisata yang akan di kunjungi pada hari itu diantaranya adalah, Florawisata San Terra de La Fonte destinasi taman bunga yang menonjolkan kurang lebih 700 bunga yang merupakan bunga lokal dan impor.  Kemudian Jatim Park 1, merupakan tempat rekreasi yang memiliki konsep taman bermain yang dipadukan dengan taman edukasi. Museum Angkot, Museum yang mengoleksi kendaraan angkut mulai dari yang tradisional hingga modern. Perjalanan belum selesai, siswa dan guru pendamping beristirahat satu malam di Hotel Ciptaningati – Batu, Jatim. Di hari kedua, perjalanan Studi tour dilanjutkan di beberapa tempat wisata dan pusat perbelanjaan diantaranya, Selecta, Petik buah dan terakhir Lippo Mall Plaza. Perjalanan ke tempat wisata berakhir pada Selasa, (22/05) pukul 20.00 WIB dan dilanjutkan ke Kota 1001 Goa kita tercinta, Pacitan. Dan pada Rabu (23/05) pukul 03.40 WIB rombongan Study tour Spensapa tiba di SMP Negeri 1 pacitan dengan selamat. Alhamdulillah.

 

SPENSAPA GELAR PONDOK RAMADHAN 1444H BERTAJUK NGOPI DULU DISINI, APA ARTINYA? SIMAK YUK

SPENSAPA GELAR PONDOK RAMADHAN 1444H BERTAJUK NGOPI DULU DISINI, APA ARTINYA? SIMAK YUK

Gambar : Pembukaan Pondok Ramadhan oleh Kepala Sekolah, Any Suprapno, S.Pd.,MM

Spensapa (17/04/23), Spensapa gelar kegiatan Pondok Ramadhan 1444H, hal ini pernah disampaikan oleh pembina kesiswaan bagian kerohanian dan agama, Moch Ngusman, S.Ag. “kegiatan Pondok Ramadhan 1444H akan kita laksanakan pada pekan terakhir bulan ramadhan”. Baca Juga “Tarhib Ramadhan”. Kegiatan yang sarat makna ini dilaksanakan pada hari kamis (13/04) sampai dengan sabtu (15/04) dengan jadwal yang sudah disusun rapih oleh panitia Pondok Ramadhan sekolah. Baca Juga “Skedjul Ramadhan 1444 H”. Moch Ngusman, S.Pd kepada media mengatakan “Tema Pondok Ramadhan 1444 H Spensapa 2023, yaitu ngopi dulu disini, yang artinya ngobrol perkara iman dahulukan ilmu didik siswa sejak dini. Berharap dengan ini dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan tambahan kepada putra putri kami.  Khususnya dengan harapan apa yg diperoleh dari materi-materi yg disampaikan bapak dan ibu guru memberikan ilmu bermanfaat sehingga siswa paham terhadap agama atau ajaran islam yg harus dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar : ibu guru pembina pondok ramadhan dan siswa Sholat Dhuhur berjamaah

Teknis kegiatan pondok pesantren diagendakan 3 hari untuk semua tingkat. Edi Santoso, S.Pd selaku ketua panitia Pondok Ramdhan 1444H mengatakan, “Kita mengacu pada panduan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan, jadi dalam panduan tersebut ada pilihan paket pesantren ramadhan a,b,c, dan dari pilihan itu kami selaku panitia memilih paket pesantren yg dapat memaksimal kegiatan tanpa diperlukan banyak hari”. Menurut Edi, sudah sesuai pedoman dan atas persetujuan kesepatan dari berbagai pihak, khususnya Kepala Sekolah dan panitia. Sehingga panitia memutuskan untuk skedjul Pondok Ramadhan Spensapa 1 hari per tingkat. Dengan jadwal dari pagi (pukul 07.00 WIB) sampai siang (pukul 12.00 WIB) sholat dhuhur berjamaah kemudian dilanjutkan sore hari (pukul 15.00 WIB) tausiah agama ,sholat magrib, berbuka bersama hingga sholat terawih dan tadarus alquran, (Pukul 21.00 WIB) pulang kerumah.

Gambar : Tadarus Al-Qur’an wajib diikuti semua siswa dan pembina pondok pesantren

“Alhamdulillah Pondok Ramadhan 1444 H tahun ini berbeda dengan tahun kemarin. Jika tahun kemarinkan pemerintah masih ketat dengan protokol kesehatannya. Jadi, masih dalam pandemi Covid-19, jadi kita vacum dari kegiatan seperti ini. Sekolah berharap dengan adanya kegiatan ini, ada sebuah peningkatan kualitas keimanan ataupun mutu dalam kehidupan sehari-hari siswa. Pernah kita mendatangkan pemateri dari pondok pesantren namun kali ini kita lebih memberdayakan bapak ibu guru sebagai pematerinya. Karena saya rasa tidak kalah kualitasnya”. Terang Anjar Subiyantoyo, S.Pd selaku Penanggung jawab teknis kegiatan.

DARI TARHIB RAMADHAN HINGGA BAGI-BAGI TAKJIL DAN PESANTREN KILAT RAMADHAN 1444H

DARI TARHIB RAMADHAN HINGGA BAGI-BAGI TAKJIL DAN PESANTREN KILAT RAMADHAN 1444H

Spensapa (10/04/2023), Apa itu Tarhib Ramadhan? Ada yang tahu? Yup Tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan Ramadhan dengan senang hati, dengan tangan terbuka, dengan penuh kebahagiaan baik jiwa dan raga. Bagaimana Tarhib Ramadhan di  ndonesia? Sesuai dengan kreasi masyarakat yang menyambutnya. Ada dengan kajian-kajian fiqih puasa. Ada pula dengan halaqah-halaqah seputar bulan Ramadhan, dan lainnya.

Spensapa menyelenggarakan Tarhib Romadhon 1444 h / 2023M tepatnya pada hari Selasa (20/03) pagi hari. Peserta diberangkatkan secara berkelompok menurut kelasnya masing-masing oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pacitan. “Teknis pelaksanaannya kita buat simple namun berkesan. Dengan berbusana muslim dengan dress code atas putih dan bawahan hitam supaya ada rasa sederhana, bersih, dan tertib. Masing-masing siswa diharuskan membawa plakat yang bertuliskan ungkapan hati atau kata mutiara yang positif untuk berkampanye, mengajak masyarakat untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan 1444H dengan baik dan iklas”. terang Any Suprapno, S.Pd.,MM selaku Kepala Sekolah.

Ngusman S.Ag selaku guru maple Pendidikan Agama Islam dan Kesiswaan menambahkan bahwa kegitan ini diberharapkan mampu memotivasi khususnya putra putri didik kita semua agar tetap bersemangat dalam menyambut atau menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan 1444 H. Kita kemas kali ini berbeda agar ada nuansa yang lain, jika ditahun kemarin ada sema’an Al-qur’an dan ada ini itu sekarang kita lebih ke showoff ke masyarakat.

Selain mengajak masyarakat untuk semangat dalam ibadah Ramadhan, Tarhib ini diharapkan meningkatkan kesadaran siswa menata batin dengan iklas dalam bulan Ramadhan, bukan karena sebatas tradisi puasa saja atau bahkan ikut-ikutan. Semua yang kita lakukan semata-mata karena Allah SWT dan tuntunan dari Rasullullah SAW dengan tujuan menjadikan manusia yang mukmin dan mutaqin Amin. Berbicara agenda sekolah untuk Ramadhan tahun ini sebagian siswa kita ada yang usul ke kesiswaan agar ada kegiatan semacam bagi ta’jil namun tiap kelas. Program Osis pun juga sama akan ada bagi ta’jil tapi belum jelas waktunya. Secara kelembagaan akan kita jadwalkan oleh sekolah, InsyaAllah dipekan terakhir. Dan akan diadakan kegiatan pesantren kilat Ramadhan selama 3 hari dari kelas VII sampai kelas IX, kelas IX kita ikutkan karna tidak ada ujian sekolah, ujian praktik maka untuk menambah khasanah siswa maka, akan di ikutan dalam pesantren kilat Ramadhan.

GELATIK DAN GERANIUM REGU ANDALAN TANPA TANDINGAN, FGBC IX SUKSES DITAKLUKKAN

GELATIK DAN GERANIUM REGU ANDALAN TANPA TANDINGAN, FGBC IX SUKSES DITAKLUKKAN

Gambar : Scout Spensapa Gelatik dan Geranium berpose bersama pelatih dan pembina, setelah menerima tropi bergilir tetap, tropi juara umum dan tropi kejuaraan lomba.

Spensapa (07/3/2023), Scout Spensapa benar-benar menggebrak Scout SMP / Mts se-Kabupaten Pacitan dalam ajang FGBC (Fun Boys Girls Competition). FGBC itu sendiri ajang lomba kepramukaan tingkat penggalang se-Kabupaten Pacitan, yang diselenggarakan oleh Pangkalan SMK Negeri 2 Pacitan. Jum’at (24/2)  sampai dengan Sabtu (25/2) 2023 Scout Spensapa mengikuti FGBC XI yang sekaligus menjadi saksi Scout Spensapa sebagai juara umum 3 kali berturut-turut. Dalam event ini Scout Spensapa menerjunkan regu terbaiknya, Regu Gelatik (Putra.red) dan Regu Geranium (putri.red). Yang semuanya terdiri dari 8 siswa terpilih.

Event tahunan SMK Negeri 2 Pacitan ini berhasil mempertemukan 14 sekolah tingkat SMP MTs dengan jumlah 12 regu putra dan 14 regu putri. Menurut Anis Widayati selaku Pembina ekstra pramuka menuturkan, lomba kepramukaan seperti FGBC mempunyai manfaat yang sangat penting bagi anak didik ekstra pramuka bahkan secara umum, yakni meningkatkan daya saing, kemampuan atau skill Individu dan kelompok, meningkatkan ketrampilan kepramukan dan tentunya mental yang selalu siap untuk berkompetisi.

“Persiapan dan latihan rutin sebenarnya kita adakan sekitar 1 bulan, itu setelah kita menerima surat dari SMK Negeri 2 Pacitan dan kita lakukan tambahan latihan secara intens kurang lebih 1 minggu sebelum hari perlombaan dan alhamdulillah kita masih menjadi yang terbaik. Piala bergilir berhak kita bawa pulang tanpa perlu kita kembalikan lagi”, tutur Siti Muawwanah yang juga pembina pramuka dengan senyum sumringah.

Adapun cabang lomba yang digelar yakni Pioneering, Desain logo, Transfer Berita pendek, Tari Tradisi, Hasta Karya, Cerdas Cermat, dan  Syahril Qur’an. Zulva salah satu peserta FGBC XI dari Scout Spensapa menuturkan bahwa mereka senang mengikuti perlombaan, bisa melihat berbagai kemampuan kreativitas  dari sekolah lain dan ada cabang lomba baru yaitu syahril qur’an. “Ada hal unik pada event kali ini, karena ada nama regu yang sama dari beberapa sekolah pada waktu pengumuman kejuaraan  ada 2 wakil regu yang sama -sama maju sehingga panitia harus crosscek juara yang benar dan itu membuat kita deg-degan”. Terang Zulva lagi dengan ketawa.

Berikut  hasil kejuaraan cabang lomba fgbc ix 2023 pangkalan SMK Negeri 2 Pacitan :

REGU GERANIUM :

  1. Juara 1 Hasta Karya
  2. Juara 2 Tari Tradisi
  3. Juara 3 Transfer Berita Pendek
  4. Juara 3 Cerdas Cermat
  5. Juara Harapan 2 Syahril Quran

 

REGU GELATIK

JUARA UMUM REGU PUTRA

  1. Juara 1 Regu Putra
  2. Juara 1 Transfer Berita Pendek
  3. Juara  1 Hasta Karya
  4. Juara 1 Syahril Quran
  5. Juara 2 Tari Tradisi
  6. Juara Harapan 1 Cerdas Cermat
  7. Juara Harapan 2 Desain Logo