Pemetik Air Mata
Karya : Arlita Putri
Perdu awan dinding langit
Menyamarkan kerling menyilaukan dari paras laut
Sulur bibir pesisir mulai rekah
Beringsut terkikis terlulur dekapan ombak
Celah rekahan bercerita
Tentang laut sumber penghidupan lelaki renta
Segara berair mata, bergumpal menyisih di pinggiran
Lelaki tua itu menyeka gumpalan air mata rumah garam
Ranggas membuat gurat wajahnya mengeras
Seakan-akan harapan terus menguap tak berbekas
Peluhnya semakin menjadi
Kala matahari kian menggantang di tengah siang
Ia tak jerah bertahan
Sebab ia batuan karang tahan hantam
Hatinya seluas permadani pasir putih tergelar
Semangatnya adalah ombak yang saling kejar
Dapatkah aku menjadi penawar?
Disaat lelahmu terus menjalar dan mengakar




